Salam cinta dari Ania

Photobucket
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2011

Hadist Arba'in ke-19


Bismillahirrahmannirrahiim.......

Abu Al ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas berkata: Pada suatu hari saya pernah ada di belakang Nabi SAW, maka beliau bersabda: Wahai anak! Aku akan mengajarimu beberapa kalimat: “Jagalah Alloh, pasti Alloh akan menjagamu. Jagalah Alloh, pasti engkau akan mendapatkanNya di hadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada Alloh. Jika engkau meminta tolong, mintalah tolong kepada Alloh. Ketahuilah, bahwa jika umat (manusia) bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) padamu dengan sesuatu, niscaya tiadalah mereka dapat melakukan hal itu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditentukan Alloh kepadamu dan jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu, niscaya tiadalah mereka dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditentukan oleh Alloh kepadamu. Kalam telah diangkat dan catatan-cacatan amal telah mengering (tintanya).”
Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan berkata: “Itu adalah Hadist hasan Shahih dan dalam riwayat selain Tirmidzi; “Jagalah (peliharalah) Alloh; niscaya engkau mendapati-Nya di hadapanmu. Hendaklah engkau mengenal Alloh di waktu lapang (senang), niscaya Alloh akan mengenalmu di waktu sempit (susah). Ketahuilah bahwa apa yang luput (tidak mengenai) darimu, tidak akan mengenaimu, dan apa yang harus mengenaimu tidak akan luput darinya. Dan ketahuilah sesungguhnya kesabaran membawa kepada pertolongan, bersama kesusahan ada kegembiraan, dan sesudah kesulitan akan ada kemudahan.”

Rabu, 15 Juni 2011

Risalah Rasul_Nabi Yusuf AS

INTISARI KISAH NABI YUSUF

Sebelumnya, dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim AS merupakan bapak para nabi. Salah satu putra beliau adalah Nabi Ishaq AS, kemudian putra Nabi Ishaq AS adalah Nabi Ya’qub AS. Nabi Ya’qub (Israil) – keturunannya disebut Bani Israil. Beliau memiliki 12 anak yang membentuk 12 suku Bani Israil. Putra ketujuh dari Nabi Ya’qub adalah Nabi Yusuf AS.
Subhanallah...Begitu banyak hikmah dari kisah Nabi Yusuf AS sehingga Alloh SWT mengabadikannya dalam full satu surat QS Yusuf (12): 1-111. Isi pokok dari QS Yusuf tersebut antara lain pokok keimanan (kenabian Nabi Yusuf AS dan mukjizat-mukjizatnya; ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan keagamaan adalah hak Alloh semata-mata), hukum-hukum (keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah, sebuah barang temuan tidak boleh dibiarkan) dan beberapa suri tauladan yang mulia dari Nabi Yusuf dan nabi Ya’qub (sabar dari segala cobaan, tahan dari godaan hawa nafsu, sifat berbakti, sifat rendah hati, dan jiwa pemaaf).

Senin, 13 Juni 2011

HAK SEORANG MUSLIM


Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda,
"Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam:jika bertemu maka berilah salam, jika tidak kelihatan maka cari tahulah, jika sakit maka jenguklah, jika mengundang maka penuhilah, jika bersin dan mengucapkan hamdalah maka jawablah (dengan mengucapkan 'yarhamukallah', dan jika meninggal dunia maka hantarkanlah (ke pemakaman)."

Mutiara Hikmah Hasan Al Banna


Wasiat Hasan Al-Banna

Saudaraku,

Janganlah engkau putus asa, karena putus asa bukanlah akhlak seorang muslim. Ketahuilah bahwa ke-nyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok. Waktu masih panjang dan hasrat akan terwujudnya kedamaian masih tertanam dalam jiwa masyarakat kita, meski fenomena-fenomena kerusakan dan kemaksiatan menghantui mereka. Yang lemah tidak akan lemah sepanjang hidup-nya dan yang kuat tidak akan selamanya kuat.

Allah swt. berfirman,
"Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman serta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dan mereka itu,"
 (Al-Qashash: 5-6)

Putaran waktu akan memperhhatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang mengejutkan dan memberikan peluang kepada kita untuk berbuat. Dunia akan melihat bahwa dakwah kita adalah hidayah, kemenangan, dan kedamaian, yang dapat menyembuhkan umat dari rasa sakit yang tengah dideritanya. Setelah itu tibalah giliran kita untuk memimpin dunia, kerana bumi tetap akan berputar dan kejayaan itu akan kembab kepada kita. Hanya Allah-lah harapan kita satu-satunya.

Bersiap dan berbuatlah, jangan menunggu datangnya esok hari, karena bisa jadi engkau tidak bisa berbuat apa-apa di esok hari.
Kita memang harus menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tidak boleh berhenti. Kita harus terus berbuat dan terus melangkah, kerana kita memang tidak mengenal kata "berhenti" dalam berjihad.

Allah swt. berfirman,
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, sungguh akan.Kami tunjukkan jalan-jalan Kami."
(Al-Ankabut: 69)
Hanya Allah-lah dzat yang Mahaagung, bagi-Nya segala puji.

www.dakwah.info

Minggu, 12 Juni 2011

Quemama; Untuk Kemandirian Keluarga hingga Kebangkitan Ekonomi Umat

 Beranjak dari hobi Ibunya, Ibu Sartje Panigoro yang sudah sejak tahun 80-an berjualan kue dan menerima pesanan meski sambil bekerja, Asdwin kemudian melihat peluang dari bisnis sampingan yang dijalankan ibunya tersebut. Ia kemudian terpikir untuk menjual kue-kue buatan ibunya dengan kemasan yang menarik dan memberikan nama yang dapat menjadi ciri khas tersendiri untuk kue-kue ibunya.
Setelah melalui proses yang cukup panjang sejak pertengahan tahun 2007 akhirnya Quemama dapat launching pada Juli 2008. Penggodokan konsep hingga pembuatan logo dan nama memang dipersiapkan cukup matang, bahkan logo dan pendaftaran merk ke HAKI sudah dilakukan sejak akhir 2007, sebelum Quemama resmi dilaunching.

Sebelumnya Asdwin yang merupakan lulusan Universitas Airlangga Surabaya, pernah bekerja pada beberapa perusahaan namun jiwa entrepreuner-nya lebih kuat. Dari sejak kuliah ia telah memiliki cita-cita untuk berwirausaha pada umur 40 tahun. Numun ternyata cita-cita tersebut dapat ia wujudkan 10 tahun lebih cepat, pada tahun 2006 di usia ke-30 ia mantap memutuskan untuk resign dari pekerjaannya saat itu dan kemudian terjun pada bisnis catering keluarganya.

Setelah satu tahun menggeluti bisnis catering bersama keluarganya, Asdwin mulai berpikir untuk menjual suatu produk dengan merk sendiri. Produk yang diproduksi sendiri dengan bahan dari negeri sendiri dan dengan brand/merk sendiri bukan hasil waralaba dari luar sehingga produknya adalah murni produk anak bangsa. Hal ini terus terpikir karena ketika menjalankan bisnis catering, bisnis yang dijalankan adalah sama dengan bisnis komoditas, yaitu bisnis yang menjual berbagai macam produk dari berbagai macam merk seperti menjual berbagai macam beras, atau berbagai macam minuman. Sementara Asdwin ingin dapat menjual produk yang nantinya akan menjadi pilihan bagi masyarakat yang saat ini lebih menyukai produk-produk makanan dan brand dari waralaba luar.

Baca selanjutnya di:
http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/info-bisnis/quemama/quemama-2.jpg
http://www.eramuslim.com/berita/info-bisnis/quemama-untuk-kemandirian-keluarga-hingga-kebangkitan-ekonomi-umat.htm

salam sehat
salam semangat...!!